“Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah, ia juga sebagai perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidak akan berdiri, kehidupan menjadi tidak terarah...” Qatâdah, Tafsîr al-Qurthûbî

Senin, 30 Desember 2013

Desember Tiga Belas

Desember, bulan ini mengingatkanku pada beberapa kenangan. Kenangan yang terukir dari berbagai peristiwa lalu. Baik adanya bila aku menorehkannya dalam beberapa paragraf pendek penuh cerita. Inilah kenangan yang kuingat di Desember Tiga Belas.


Timun Mas Arabic Version

Berawal dari sebuah tugas kelompok saat saya mengikuti Arabic Language Center di universitas tempat saya menimbal ilmu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kami diberi tugas menampilkan sebuah drama berbahasa arab dengan tema bebas. Dua minggu sebelum perform, dosen sudah memberikan peringatan untuk segera mempersiapkan tugas drama ini. Seluruh mahasiswa satu kelas santai-santai saja, bahkan ada yang belum mempersiapkan sama sekali, termasuk kelompok saya. Satu minggu sebelum hari H, persiapan baru 10%, hawanya ogah-ogahan. Saking gregetannya karena sering dioprak-oprak dosen, 3 hari sebelum tampil saya bagi tugas untuk seluruh anggota kelompok saya. Bisa dikatakan konsep drama kali ini 100% dari pemikiran saya, teman-teman satu kelompok mungkin ada yang jengkel saya sering marah-marah bahkan sok jadi boss. Apa boleh buat, waktu semakin mepet, semua harus nurut saya!

Setelah teks saya bagi, latihan atau gladi bersih satu kali, akhirnya kami menunggu detik-detik tampil. Lagi-lagi si pemeran buto ijo agak rewel, dia memang paling susah diatur, but its not a big deal, saya ijinkan dia tidak memakai kostum ala buto ijo, tapi pinta saya ketika tampil nanti, wajib makan timun dengan lahap haha.

Pagi-pagi sekali saya persiapkan selendang batik yang saya lilitkan pada botol air mineral 2 liter untuk diperankan sebagai bayi Timun Mas nantinya. Kembali saya ingatkan teman-teman untuk mempersiapkan seluruh properti sesuai peran masing-masing. 

Jreng jreeeng, detik yang mendebarkan tiba, kelompok saya harus maju ke depan panggung, usai narator membacakan serangkaian cerita, giliran saya maju pertama memerankan tokoh Ibu Timun Mas. Satu demi satu peran telah diperlihatkan, well done! saya senyum-senyum sendiri. 

Seluruh kelompok pun telah menampilkan dramanya, lantas sang dosen memutuskan dua kategori pemenang dalam drama berbahasa arab ini. Kategori pertama adalah aktor atau aktris terbaik dan kategori kedua adalah drama terbaik. Kategori pertama yakni aktor atau aktris terbaik melahirkan nama Hana (saya) dan Iffi (teman saya). Ya, sesuai keputusan dosen kami berdua menjadi nominator aktris terbaik. Pada pemilihan selanjutnya, aktris terbaik pertama, voting dimenangkan oleh teman saya bernama Iffi. Selanjutnya kategori kedua yakni drama terbaik di raih oleh kelompok saya. Kali ini kategori kedua dipilih langsung oleh dosen tanpa ada proses voting. Sesuai dengan konsep cerita, kostum, properti, dan beberapa faktor penentu lainnya kelompok saya yang terpilih menjadi the winner, yeaah!!  

the Timun Mas Team

Dosen Gaul - Timun Mas Team


the reward :)



Jakarta Model United Nations

Ini mungkin menjadi salah satu cerita yang membuat saya terengah-engah mengingatnya. Mengingat perjuangan dalam do’a, air mata, tenaga, cinta, bahkan harta.

Saya tidak ingin bercerita panjang lebar tentang pengalaman yang satu ini, saya anjurkan anda sendiri yang harus merasakannya!! Mengalaminya!!

Singkat cerita, setelah lolos beberapa tahap tes tulis secara online, saya diterima sebagai delegasi World Trade Organization (WTO) dari negara Sri Lanka dalam International Conferene di Jakarta. Here we go...!


Jekardah, I'm comiing

 asli wong Jowo *skip

 

@america



we're muslimah N we're proud !


delegates of WTO


 Lets fly! Flyyyy!!


Buku pemberian dari Dosen Pembimbing Akademik sbg reward. Buku ini karangan beliau sendiri. Salah satu dosen favorite saya, sayang belum pernah diajar oleh beliau Dr. Ibnu Burdah, MA ;(




Dreamland, Karuhun and Cairo

Mungkin cerita ini bisa dikaitkan dengan tokoh anime legendaris Monkey D. Luffy, pemeran tokoh utama dalam serial manga berjudul One Piece. Menurut saya, sebuah hiburan (film, komik, dll) tidak layak ditonton atau dikonsumsi jika tidak memberikan energi positif bagi penikmatnya. Lantas apa yang saya dapat dari serial manga One Piece ini?

Monkey D. Luffy bersama tim bajak laut lainnya bersatu padu mengumpulkan tenaga dan pikiran untuk menuju ke sebuah pulau impian. Mereka beramai-ramai bersama Going Marry (nama kapal Luffy dan kawan-kawan) berusaha mengalahkan tim bajak laut lainnya untuk mencapai pulau impian tersebut. Itu juga yang saya rasakan saat mulai beranjak remaja. 

Beberapa tahun yang lalu seorang gadis remaja berdiri diantara derap angin mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk ke sebuah arah Timur Tengah "God, that is my dreamland!", teriaknya dalam hati. Sepoi-sepoi angin sesekali membuat kerudung coklatnya beterbangan dan semakin merasa kerenlah si gadis itu.

Dan segalanya memang membutuhkan proses. Si gadis kecil telah beranjak dewasa, mengemban amanah diri dan orang tua. Ia semakin merasa hilang arah, namun ada beberapa titik cahaya yang ia temukan dari Tuhan. Dalam usahanya, Si Gadis berjualan keripik singkong bermerek Karuhun. Dalam ikhtiyarnya pula, ia tak sedikit mengenal penduduk negeri yang telah lebih dahulu berhasil pergi ke pulau impian, meski hanya sekedar bertanya, menyapa, merauk berkah. Hingga suatu saat dagangan keripiknya dilirik oleh salah seorang sahabat dari pulau impian. "Hmm tak apa, kurelakan daganganku pergi ke dreamland, aku besok pasti menyusulnya", Man Jadda wa Jada!!!!

Cairo, 2013


Cepat pilih pulau impianmu! Agar hidupmu tak terasa pilu, yang ada hanya usaha dan haru, haru karena kau telah berhasil menapakinya satu per satu. Semangat saudara-saudaraku !! 









Hey this is December guys... What is your story? Tell me xD
 
Magetan,  30th December 2013, 8.05 pm

Jumat, 27 Desember 2013

My Diamond




Kedua bola mataku tertutup, hening, syahdu, gelap. Hati dan pikiranku terus berjalan menusuri sebuah bayangan. Instrument klasik membawaku masuk lebih dalam mengejar bayangan di ruang hampa. Rasa itu semakin menusuk, semakin kuat, semakin tak tertorehkan. Di sebuah sudut ruang hampa kurasakan sebongkah cahaya menyorot gemilauan. Hanya aku yang dapat merasa, ya, hanya hatiku yang dapat menangkap rasa ini, rasa yang begitu dalam dan tak akan padam. Perlahan aku mendekatinya, merasakan hangatnya, merasakannya damainya, merasakan ketenangannya.

Lantas kubuka kedua mata, dihadapanku terlihat sebuah berlian gagah berkilau, cahayanya tenang, mengeluarkan semburat kasih yang semerbak merekah indah. Kuraih berlian itu, kumasukkan dalam dalam relung hatiku. Inilah berlian hidupku. Berlian yang hanya menjadi milikku. 

Yogyakarta, 25th December 2013,6.21 pm


Senin, 23 Desember 2013

Cinta di Langit


Cinta ini kuletakkan di langit...
Kubiarkan membuncah tinggi menembus langit...

Cinta ini kuletakkan di langit...
Kubiarkan menyebar luas menghibur mendungnya langit...

Cinta ini begitu tinggi menjulang langit...
Cinta ini sungguh dalam dari dasar hati...
Hingga cinta ini sulit tuk kudefinisi...
Maka kubiarkan ia terbang ke langit, bersama raga dan hati...
Maka kubiarkan ia berada dilangit, bertemu sesama cinta yang sehati...


Inilah cinta yang bertemu di langit...
Cinta yang menjadi luas melebihi luasnya langit...
Cinta yang begitu tinggi hingga akhirnya melebihi tingginya langit...
Dan inilah Tuhan, sepasang cinta, cinta di langit...


Yogyakarta, 4th floor campus, 23 Dec '13, 2.03 pm

Senin, 16 Desember 2013

Pahlawan Kaya

 
Minggu pagi kmaren saat saya mengantar saudara kembar saya ke BSR Ugm, ditengah jalan tepatnya di lampu merah perempatan Sagan, ada sepasang suami istri yang tua renta sedang menyebrang dari arah selatan menuju utara. Keadaan jalan yg ramai membuat sepasang tua renta tsb merasa kabingungan dan kesusahan utk menyebrang. Langkah mereka tertatih ragu-ragu. Posisi kakek nenek tersebut berada di tengah-tengah jalan, jelas saja utk balik ke tempat semula mereka tidak bisa, untuk melanjutkan perjalanan pun mereka sangsi. Tiba2 dr arah kerumunan kendaran yg sedang menunggu hijaunya lampu lalin terlihat seorang laki2 berpostur tubuh tinggi lari meraih tangan salah seorang nenek yang menyebrang tadi. Laki2 tsb buru2 menuntun membantu menyebrangkan. Ikatan Rohim tiba2 kuat merentang, laki2 tadi menggandeng erat sang nenek dan sang nenek mencoba menahan tangannya agar tidak terlepas dr genggaman sang suami alias sang kakek. Tibanya di trotoar (tempat yang dituju kakek dan nenek), laki2 tsb lari sekencang2nya menuju lampu lalin tempat aku dan kendaraan2 lainnya menunggu lampu merah berganti hijau. Saya yg dari tadi melihat kejadian itu merasa bingung, "mngapa laki2 bercelana jeans bermerk itu kmbali menuju lampu lalin? bukankah ia juga ingin menyebrang bersama sepasang tua renta tadi?". Kedua bola mataku tak hentinya mengintai setiap gerak langkah laki2 itu. Ternyata oh ternyata, laki2 yang menolong Kakek Nenek tadi buru2 menuju ke arah mobil mewahnya dan masuk.

Subhanallaah! Jadi selama bbrp detik lalu, sang laki2 rela meninggalkan mobil mewahnya, tak perduli jika nanti tiba2 lampu hijau telah menyala sehingga mobilnya pasti akan diprotes oleh pengendara lainnya karena si mobil tidak jalan akibat ditinggal sopir sekaligus pemiliknya itu.

Untunglah 2 atau 3 detik sbelum lampu lalin berganti hijau, sang laki2 tlah berhasil masuk ke dalam mobil dan secepat mungkin menstarter mobil pribadinya.

Ini adalah sebuah fakta langka yg patut dicontoh seluruh masyarakat negeri bumi (termasuk saya) bahwa segala tahta, jabatan dan kekayaan tidak seharusnya menjadikan diri kita merasa enggan untuk membantu sesama makhluk Allah.

Minggu, 24 November 2013

Syi'ir Tanpo Waton



Bismillaah...
Pada kesempatan kali ini saya tidak ingin mengulas tentang sosok KH. Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur, karena siapa sih yang tidak kenal dengan Beliau? Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang sebuah sya'ir yang Gus Dur populerkan menggunakan bahasa Jawa berjudur ''Syi'ir Tanpo Waton" atau masyarakat menyebutnya "Sya'ir Gus Dur". Mengapa ''Syi'ir Tanpo Waton"? sebab di dalamnya, disetiap kalimat yang ditorehkan, di setiap paragraf yang dikembangkan, disetiap makna yang dilahirkan syarat akan nilai spiritual dan sosial. Bahasa lainnya hablumminallaah dan hablimminannas, bahkan hablumminal'alam ikut tersirat dalam sya'ir ini. Berikut telah tertera pula terjemahan dalam Bahasa Indonesia agar pembaca/pendengar dapat lebih memahami. Semoga dalam diri kita senantiasa dibubuhi rasa saling menyayangi, menghormati dan meneladani. Sebelumnya mari kita hadiahkan bacaan Ummul Kitab untuk para Nabi, para Syaikh, para 'alim, para pejuang agama Allah termasuk KH. Abdurrahman Wahid. Al-Faatihah...

أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *       وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *    يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *       يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ


Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran ….
(dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)



Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)

Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)

Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)

Tembe mburine bakal sengsoro …. (esok hari bakal sengsara)



Akeh kang apal Qur’an Hadits'e …. (banyak yang hapal Qur’an dan HaditsNya)

Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)

Kafire dewe dak digatekke ….
(kafirnya sendiri tak dihiraukan)

Yen isih kotor ati akale …. (jika masih kotor hati dan akalnya)


Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)

Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)

Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)

Mulo atine peteng lan nisto … (maka hatinya gelap dan nista)




Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)

Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)

Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)

Baguse sangu mulyo matine …. (bagusnya bekal mulia matinya)



Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)

Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)

Ugo haqiqot manjing rasane … (juga hakikat meresap rasanya)



Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)

Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)

Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)

Den tancepake ing jero dodo … (ditancapkan di dalam dada)



Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)

Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)

Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)

Minongko dalan manjinge iman … (sebagai sarana jalan masuknya iman)




Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)

Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)

Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ikhlas)

Dzikir lan suluk jo nganti lali … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)



Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)

Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran  … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)



Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)

Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)

Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)

Nabi Muhammad panutan kito  …. (Nabi Muhammad tauladan kita)



Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)

Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)

Senajan asor toto dhohir'e … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)

Ananging mulyo maqom drajate …
(namun mulia maqom derajatnya di sisi Allah)



Lamun palastro ing pungkasane …
(ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)

Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)

Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)

Utuh mayite ugo ulese  … (utuh jasadnya juga kain kafannya)


ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ       *          يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ


عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ       *           يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Senin, 11 November 2013

Reflection


Sudah tuluskah amal ini hanya untukMu?
Masih adakah imbalan yang terharap di balik ibadah ini?
Ataukah hari-hariku lebih terpenuhi amalan redup bernoda dosa?
Bagaimana jika banyak insan yang tersiksa karena diriku?
Lantas apa yang bisa kulakukan?
Dengan apa kubayar untuk menebus semua alfa ku?
Terkadang aku sangsi atas semua yang kulakukan...
Hati, bantu aku mengukir amal tanpa batas
Bantu aku menggapai cahaya Robbku...
Hati, bersabarlah atas apa yang terjadi pada diriku...


Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU
Aku ingin mencintaiMU
Setulusnya,sebenar-benar aku cinta
Dalam do'a dalam ucapan dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMU selamanya, sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi
(edcoustic)


With tears,
Saturday, 19th Octtober 2013, 08.20 pm 

Do'aku dalam MustajabMu

Andai saja air mata ini dapat kujual untuk membeli kebahagiaan bagi mereka...
Andai saja air mata ini dapat kutukar untuk menghapus luka mereka...
Andai saja simpuhan raga ini mampu menghilangkan luka yang ada  pada mereka...

Robb, andaian ini adalah do'aku, andaian ini adalah pintaku...
Karena hanya inilah yang hamba miliki, hanya khilaf dan air mata...

with tears,
Magetan, 7th Nov '13, adzan maghrib

:(

MuharromMu baru saja tiba...
Namun Muharromku tlah sirna...
Sirna terhapus oleh awalnya dosa...

Rasanya tak pantas kudapati Hijriyah ini...
Rasanya tak pantas kulalui Hijriyah ini...
Jika pada awalnya saja aku tlah menyakiti, bagaimana dengan selanjutnya Muharrom?
Akankah lembar amalku semakin terpenuhi noda hitam?

Tuhan, hamba begitu hina dan alfa...

With tears,
Magetan, 7th Nov '13, 17.30 pm

HambaMu yang Hina

Ya Robb...!
Mengapa Engkau bangunkan hamba?
Mengapa Engkau tak biarkan hamba yang hitam ini terlelap selamanya?
Hamba tak ingin bangun dan menjadi sepohon kayu yang merusak tanaman lainnya...
Menjadi setangkai duri yang memberi luka dalam pada kumbang dan manusia...
Menjadi soerang insan yang mencekik saudara-saudara seimannya...

Ya Robb...!
Bolehkah hamba memohon sebuah transaksi kepadaMu?
Bolehkah kutukar segala ni'matku dengan kepedihan mereka? Dengan kesakitan mereka karena hinanya diriku?

Robb...!
Hamba ikhlas jika Engkau mengambil sluruh ni'matku, asal Engkau hilangkan sgala sakit umat-umatMu karena kelalaian hamba... Karena buruknya hamba...

Betapa hamba begitu hina dan alfa

with tears,Magetan, 7th Nov '13, 16.00 pm

Senin, 07 Oktober 2013

Kado Indah dari-NYA

Minggu, 22 September 2013

Siang itu usai melepas penat, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Asrama terasa sepi, serasa hanya ada aku dan angin. Sesampainya di kamar, aku terkejut, ada sesuatu aneh di atas laptop yang kutinggal terbuka. Seketika senyum terukir lebar dari bibirku. Sebuah tempat makan berwarna oranye dengan pita hijau dan sepucuk surat cinta. Ini pasti dari-NYA. Melalui tangan seorang sholihah (dia biasa kupanggil Mbak Icha), Allah memberiku ni'mat indah. Inilah kado indah dari-NYA. Alhamdulillaah...


Dark




Ibu, aku rindu...
Sekarang juga aku ingin melihat wajahmu...
Ibu, aku menangis...
Sekarang juga aku ingin pertama kalinya kau dengar dan hapus kesah dan air mataku...
Sekarang ibu! Sekarang!!
Anakmu ini sungguh tak berguna, ibu...

Ibu, kudengar di tanah para nabi yang sekarang kau pijaki adalah tanah suci penuh barokah dari Tuhan...
Tolong tanyakan pada Tuhan seberapa besarkah dosaku terkumpul sekarang?
Masih pantaskah aku mendapat ampunan-NYA?
Masihkah pantaskah aku mendapat jannah-NYA?
Ibu, aku takut... Aku lelah...
Jawab ibu! Tidakkah engkau mendengar tangisku semakin isak?

Ya Robb, jika malam ini Engkau ijinkan kau terlelap, pertemukan aku dengan ibu meski dalam bunga mimpi...

With tears,
Sunday, 6 Oct 2013, 11.55 pm

Rabu, 25 September 2013

Midnight

Aku menangis diantara gelapnya malam. Merenung menusuri segala dosa temaram. Sungguh besar susah yang kuberikan pada ayah dan ibu, pada seluruh saudara seimanku. Sekarang aku benar-benar tak berdaya, sendiri dilaknat bumi. Sendiri memikul beban hati. Andai jiwaku mampu memberanikan diri. Aku ingin bercerita padamu ibu, aku menangis tiap hari. Entah apa yang membuatku begini. Segalanya turun bertubi-tubi. Ah tapi tdak, esok pagi engkau akan pergi ke tanah suci, sungguh tak pantas aku menceritakan bualan ini.

Tak tau tetesan keberapa ait mata ini turun, tiba-tiba suara pintu pelan terbuka, daun pintu pun bergerak mempersilahkan sesosok wanita bersahaja masuk ke dalam kamarku. Segera kuhapus air mata dan kututup mata bermaksud berpura-pura. Saat kucuri pandangan, terlihat seseorang berdiri memantau. Beliau ternyata ibuku, sekedar melihat keadaan putri-putri dan keponakannya yang malam ini tertidur dalam satu kamar. Setelah kudengar suara pintu yang kedua kalinya, lantas kubuka mata. Terlihat ibu memang sudah keluar dari kamar. Sungai tangis kembali mengalir deras di kelopak mata dan relung hati.

Ibu, maafkan aku yang selalu merepotkanmu...

With tears, 
Magetan, Selasa, 24 September 2013, 00.32 WIB

Huh

Sekarang aku benar-benar sendiri...
Memikul beban hati...
Tiada seorang pendengar sejati...

Kini aku merasa sendiri...
Menahan beratnya pagi...
Tiada sapa dan tawa hati...
Segalanya tenggelam dalam hampa...

Lantas hari semakin tak pagi...
Aku makin tak punya rasa...
Sendiri menyusuri hari...
Tanpa ukhuwah sapu lidi...
Aku benar-benar sendiri...
Melewati segalanya dalam tangis sepi...

Denting waktu makin menusuk mati...
Entah sampai kapan begini...
Ingin rasanya aku tidur kembali...
Melupakan sendiri dans sepi...

With tears, 
Yogyakarta, 19 Sept 2013, 17.18WIB

Selasa, 17 September 2013

Betapa Langit Tengah Berdzikir padaMU



Pagi ini dzikir itu begitu keras terdengar...
Begitu syahdu dirasa...
Begitu tentram digenggam...

Pagi ini dzikir itu membuatku tak bisa berbicara...
Membuatku diam terkagum...
Membuat lisanku lirih mengucap syukur...

Ahad pagi saat kulangkahkan kaki menuju rumahMu, langit berteriak menyebut namaMu...
Turunkan manisnya hujan melebihi manisnya madu...
Kini akupun malu, kurasa betapa sedikitnya amalku padaMu...
Betapa banyaknya kebaikanMu untukku...
Ya Robb, jadikan cintaku padaMu seluas langit membisu...

Hujan turun semakin deras dan syahdu...
Betapa langit tengah berdzikir padaMu...

Sepulang dari sholat shubuh 
Minggu, 15 September 2013, 05.00 WIB