“Menulis adalah nikmat termahal yang diberikan oleh Allah, ia juga sebagai perantara untuk memahami sesuatu. Tanpanya, agama tidak akan berdiri, kehidupan menjadi tidak terarah...” Qatâdah, Tafsîr al-Qurthûbî

Minggu, 17 Maret 2013

17 Maret



Kala kutatap wajah teduhmu
Saat kulihat mata sayumu
Ada do'a terhampar luas mengharu biru
Bahkan memori ini tak cukup untuk mengingat segala pengorbananmu

Ahad pagi dunia begitu syahdu
Tuhan hingga kini masih memberi waktu ibadah untukmu

Ahad pagi dunia begitu syahdu
Inilah hari lahirmu
Hari di mana penghuni langit menyaksikan muhasabah hidupmu

Maaf jika selama ada hadirku, aku menyusahkanmu
Memberi goresan luka pada kalbu
Menambah letih jasad dan pikiranmu
Hingga  memori ini tak cukup untuk mengingat segala pengorbananmu

Ahad pagi dunia begitu syahdu
Kukirim sepotong ucapan tanda hari lahirmu
"Ibu selamat ulang tahun nggih, semoga tetap menjadi istri dan ibu yang sholihah"
Tak lama kau balas pesan singkatku
"Terima kasih hadiahnya, ibu sayang kamu"

Ahad pagi dunia begitu syahdu
Usai membaca untaian kata-katamu
Air mata dan do'a bernyanyi indah mengalunkan lagu kasih dan rindu

6 komentar:

  1. subhanallah.. barakallah,^^
    haduh,jadi kangen ibuk..:(
    ditunggu kunjungan balik ukhty..:) syukron

    BalasHapus
  2. Jadi kengen sama Mamak di Lombok..
    Ibu adalah kecukupan dunia
    Cukuplah keberadaannya menjadi benteng hidup

    ala kulli hal, Nice words!!!

    BalasHapus
  3. ou, ente masih d al-azhar..
    yap, syukron jaziilan

    BalasHapus
  4. Mantap de......ibu dah baca tulisanmu lom nih....

    BalasHapus